Kerjasama Universitas Muhammadiyah dan Universitas Tanjungpura dalam Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Dalam rangka 16 HAKTP (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan), Satgas PPKS UNTAN (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) dibawah naungan Universitas TanjungPura Pontianak berkolaborasi dengan Lembaga Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) Pontianak dalam kegiatan One Day Campaign Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia (HAKTP) 2024 yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Untan, Pontianak.

Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) bekerjasama dalam media partner, mahasiswi dari peminatan Kesehatan Reproduksi melakukan edukasi tentang kekerasan seksual kepada anak-anak usia 7-9 tahun dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu kekerasan berbasis gender.

Acara diorganisir oleh Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Dengan tema ‘Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan’, kampanye ini berhasil menarik partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, serta komunitas difabel seperti WBDC (West Borneo Deaf Community), yang juga dilayani dengan juru bahasa isyarat.

Kampanye ini dilangsungkan dalam bentuk seminar nasional yang menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka, antara lain akademisi Universitas Tanjungpura, Emilya Kalsum, dan aktivis perlindungan perempuan Dewi Aripurnamawati. Adinda Annisa Ratu Syafa, seorang penyintas kekerasan seksual, berbagi perspektifnya tentang perjuangan mencari keadilan. Diskusi yang berlangsung menggali pentingnya kolaborasi untuk menerapkan kebijakan perlindungan korban.

Dalam pidato pembukanya, Ketua Panitia HAKTP 2024 menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender adalah isu serius yang memerlukan perhatian semua pihak. “Kampanye ini adalah langkah nyata untuk menciptakan ruang aman bagi korban dan mendorong masyarakat peduli akan isu kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan acara ini, diharapkan akan tercipta kesadaran kolektif untuk melawan kekerasan berbasis gender dan mendorong tindakan nyata dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara untuk semua.

One Day Campaign HAKTP (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan) 2024 di Universitas Tanjungpura: Meningkatkan Kesadaran Terhadap Kekerasan Terhadap Perempuan

Dalam rangka memperingati 16 HAKTP (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan), Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dibawah naungan Universitas Tanjungpura (UNTAN) berkolaborasi dengan Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) Pontianak dalam rangka menggelar One Day Campaign Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia (HAKTP) 2024 dan acara ini diselenggarakan di Gedung Auditorium UNTAN Pontianak.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswi semester 7 dan Alih Jalur semester 3 dari peminatan Kesehatan Reproduksi Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) sebagai media partner, yang memberikan edukasi mengenai kekerasan seksual kepada anak-anak berusia 7 hingga 9 tahun serta masyarakat umum. Selain itu, acara juga dihadiri oleh akademisi, aktivis, dan komunitas difabel seperti West Borneo Deaf Community (WBDC).

Kampanye ini berlangsung pada tanggal yang telah ditentukan dalam rangka menyambut Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia, pada tanggal 23 November. Acara dilangsungkan di Gedung Auditorium Universitas Tanjungpura yang terletak di Pontianak, Kalimantan Barat.

Tema kampanye yang diusung adalah ‘Lindungi Semua, Penuhi Hak Korban, Akhiri Kekerasan’, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan berbasis gender. Diharapkan bahwa melalui edukasi dan diskusi, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan.

Kampanye ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk seminar nasional yang menghadirkan pembicara terkemuka seperti Emilya Kalsum dari Universitas Tanjungpura dan aktivis perlindungan perempuan Dewi Aripurnamawati. Penyintas kekerasan seksual, Adinda Annisa Ratu Syafa, juga berbagi pengalaman dan perspektifnya tentang perjuangan untuk mendapatkan keadilan. Selama seminar, peserta didorong untuk berdiskusi mengenai tantangan dalam penerapan kebijakan perlindungan korban.

Dalam pidato pembukaannya, Ketua Panitia HAKTP 2024 menekankan bahwa kekerasan berbasis gender adalah isu serius yang memerlukan perhatian dari seluruh elemen masyarakat. “Kampanye ini adalah langkah nyata untuk menciptakan ruang aman bagi korban dan mendorong perhatian masyarakat terhadap isu kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan dapat terbangun kesadaran kolektif untuk melawan kekerasan berbasis gender dan mendorong tindakan nyata guna menciptakan masyarakat yang lebih setara dan adil untuk semua.

Share your love
admin fikpsi
admin fikpsi
Articles: 5